Eks Penerima Beasiswa Diduga Palsukan Riset Demi Pelesiran ke Luar Negeri, Ini Langkah LPDP

2026-05-28     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), berinisial P disebut-sebut terlibat dalam pemalsuan riset di konferensi internasional International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark.

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M Lukmanul Hakim mengatakan tengah melakukan pendalaman terkait informasi tersebut.

"LPDP akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kewajiban kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi, guna memperoleh kejelasan yang komprehensif," kata Lukmanul kepada iDoPress, Kamis (28/5/2026).

Meski tak spesifik bicara soal sanksi, namun LPDP menegaskan hasil dari pendalaman tersebut akan jadi dasar LPDP dalam menentukan proses selanjutnya.

"Hasil dari proses pendalaman ini akan menjadi dasar bagi LPDP dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

LPDP menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika akademik.

"LPDP tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran dalam aktivitas ilmiah," tegasnya.

Sebelumnya LPDP membenarkan bahwa Prihartini merupakan penerima beasiswa LPDP. Prihartini telah menyelesaikan studinya pada 2022 lalu.

"Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022," ungkap Lukmanul.

Diberitakan, peneliti asal Indonesia diduga melakukan aksi penipuan identitas saat melakukan presentasi dalam sebuah konferensi internasional di Denmark.

Selain pemalsuan identitas, penelitian yang dipaparkan juga diduga kuat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan data, gambar, hingga seluruh isi tulisan ilmiah.

Modus tersebut diduga sengaja dilakukan demi mendapatkan dana bantuan perjalanan (travel grant) agar bisa pergi ke luar negeri secara gratis.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.