Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Dekati Venezuela dan Amerika Latin untuk Impor Migas

2026-06-11     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno membeberkan bahwa Indonesia sudah mulai bernegosiasi ke Venezuela dan Amerika Latin lainnya untuk mendapatkan pasokan minyak dan gas (migas).

Arif mengatakan, langkah itu diambil Indonesia agar dapat mengimpor minyak dari tempat-tempat yang tidak perlu melewati Selat Hormuz.

"Jadi, so far oke, so far so good (Selat Hormuz ditutup). Dan kita juga baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Kita akan coba ke investasi di daerah-daerah sekitar Latin Amerika begitu," ujar Arif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Arif, ada banyak negara di Amerika Latin yang memiliki potensi migas.

"Ya kita akan cari, kan Latin Amerika itu banyak potensinya, ya. Jadi kita sedang cari banyak negara di sana yang ada potensi migas, gitu," ucapnya.

"Oh banyak, banyak. Hampir semua Latin Amerika tuh banyak ininya," sambung Arif.

Meski demikian, Arif mengakui bahwa misi pencarian minyak ke Amerika Latin ini masih dalam tahap negosiasi dan diskusi awal.

Dia menyebut Pertamina International Exploration yang akan memimpin misi pencarian migas ke Amerika Latin.

"Ya, diskusi awal dengan pihak-pihak dari negara mereka, ya kan. Jadi masih sangat early. Tapi yang sudah operasi itu di sana," imbuh Arif.

Selat Hormuz ditutup

Sebelumnya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) resmi menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk semua jalur pelayaran internasional hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan sepihak ini diambil menyusul eskalasi militer yang kian memanas antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.

Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Mehr, pihak IRGC mengonfirmasi telah melepaskan tembakan dan menghantam dua kapal yang dinilai mencoba melintasi jalur laut strategis tersebut secara ilegal.

Meski demikian, detail mengenai jenis kapal, identitas kapal, serta tingkat kerusakan yang dialami belum dirilis secara resmi.

Langkah tegas Iran ini memicu kekhawatiran global terhadap keamanan jalur perdagangan energi dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan rute vital bagi distribusi minyak mentah global.

Dalam pernyataan resminya pada hari Kamis, Markas Besar IRGC menegaskan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut sudah tidak kondusif bagi aktivitas pelayaran sipil maupun komersial.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.