07-10
Menkes Terima Banyak Laporan Bullying di FK Universitas Sam Ratulangi
2026-07-10
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku masih menerima banyak laporan perundungan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara.
"Saya masih menerima laporan yang cukup banyak mengenai kejadian di Sulawesi Utara," ujar Budi saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).
Budi menekankan, Kemenkes sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan seluruh RS pendidikan dan FK agar menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi para peserta PPDS.
Namun, fakta yang ditemukan di lapangan justru sebaliknya.
Banyak dokter-dokter residen yang menjadi korban perundungan di lingkungan RS pendidikan.
"Ini menunjukkan bahwa masih belum sempurna. Saya mengetahui bahwa langkah-langkah itu sudah dijalankan dan jumlah perundungan sudah menurun," kata dia.
Menkes mengatakan, beberapa sentra pendidikan masih belum cukup baik dalam melakukan pencegahan perundungan peserta PPDS.
Oleh sebab itu, Kemenkes akan melakukan peninjauan khusus terhadap penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis di RSUP Kandou bersama FK Unsrat agar persoalan serupa tidak terus berulang.
"Itu sebabnya kita akan melakukan review khusus untuk sentra pendidikan di Rumah Sakit Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi agar benar-benar bisa diperbaiki," imbuhnya.
Pada 2024, Kemenkes pernah menghentikan sementara program Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi (Unsrat) di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Penghentian sementara Peserta Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS penyakit dalam ini diduga karena ada tindakan bullying atau perundungan yang dialami para dokter.
Terbaru, Adrian Rantung, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dari Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi (Unsrat) ditemukan meninggal dunia.
Polisi juga menegaskan bahwa dugaan perundungan (bullying) yang ramai diperbincangkan di media sosial, masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.



