Pesan Terakhir Pekerja Bank Keliling di Tangerang ke Istri Sebelum Disiksa Bos: Kalau Enggak Pulang, Saya Jadi Mayat

2026-08-05     HaiPress

TANGERANG, iDoPress – Niat mengundurkan diri (resign) dari pekerjaan justru berujung petaka bagi seorang pekerja bank keliling berinisial PG (25) di Kabupaten Tangerang.

PG diduga menjadi korban penganiayaan berat dan penyekapan yang dilakukan oleh atasannya berinisial ED bersama empat orang lainnya.

Saat berada dalam kondisi terancam akibat kekerasan para pelaku, PG sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya.

Dalam pesan tersebut, PG mengungkapkan ketakutannya tidak akan selamat dari kejadian yang dialaminya.

"'Mah, kalau saya enggak pulang malam ini, kayaknya besok saya sudah jadi mayat'," tulis PG dalam pesan singkatnya kepada sang istri sebelum penganiayaan memuncak.

Kuasa hukum korban, Risman Harefa, mengatakan pesan tersebut dikirim PG karena korban merasa nyawanya terancam setelah dianiaya oleh para pelaku.

"Sebelum dipukulin dan penganiayaan memuncak, korban sempat WA istrinya karena dia tahu dia pasti dibunuh di situ sama orang-orang ini," ujar Risman saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Risman menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (28/7/2026), saat PG yang baru bekerja selama empat hari di perusahaan tersebut merasa keberatan dengan kondisi operasional pekerjaan.

Menurut dia, biaya operasional bensin yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan korban saat bekerja di lapangan.

PG kemudian menyampaikan keinginannya untuk mengundurkan diri dan pulang kampung.

Namun, permintaan tersebut justru membuat ED marah. Korban disebut sempat ditahan dan dimarahi selama sekitar satu jam.

Penganiayaan kemudian terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, PG diduga dikeroyok oleh ED bersama empat rekannya, yakni SD, ML, Putra, dan satu pelaku lainnya.

"Korban dikeroyok sampai babak belur, disundut rokok, hingga diancam pisau dan dipaksa melakukan aksi keji yang direkam oleh pelaku. Ponsel dan KTP korban juga dirampas," ungkap Risman.

Setelah dianiaya, PG kemudian disekap di sebuah kontrakan milik tersangka SD. Korban baru berhasil melarikan diri pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Risman mengatakan, PG memanfaatkan kondisi para pelaku yang tertidur setelah diduga mengonsumsi minuman keras. Korban kemudian keluar melalui jendela kontrakan yang tidak dilengkapi teralis.

"Korban meloloskan diri lewat jendela yang tidak ada teralisnya, lalu minta bantuan RT setempat untuk dipesankan ojek online," kata Risman.

Risman mengapresiasi langkah kepolisian yang langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Ia berharap seluruh tersangka dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

"Kami sangat mengapresiasi langkah kepolisian setempat. Mereka langsung bergerak melakukan pengejaran 1 hari 1 malam, kami sangat memberikan support-lah pokoknya," pungkas Risman.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.