08-12
Gerindra Respons Megawati yang Tegaskan PDI-P Tak Akan Masuk Kabinet Prabowo
2026-08-13
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong merespons Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri yang menyatakan PDI-P tidak akan bergabung dengan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahtra menyampaikan, Gerindra menghargai dan menghormati keputusan PDI-P untuk tetap berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang.
"Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik justru penting untuk memastikan mekanisme checks and balances berjalan sehat, sehingga pemerintah dapat terus dikawal agar berada di jalur yang pas," ujar Bahtra kepada iDoPress, Kamis (13/8/2026).
Bahtra menjelaskan, Prabowo sudah sering menyampaikan kepada semua partai, termasuk yang oposisi, bahwa perbedaan pandangan tidak membuat rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan hilang untuk terus membangun bangsa.
Dia pun mengungkit hubungan Prabowo dan Megawati yang memiliki sejarah yang panjang, dan terjalin cukup baik.
"Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati. Bagi kami, perbedaan posisi politik tidak harus menghilangkan komunikasi, persahabatan, maupun rasa saling menghormati di antara para tokoh bangsa," jelasnya.
Sementara itu, Bahtra menegaskan Gerindra tidak melihat sikap PDI-P tersebut sebagai sesuatu yang perlu dipersoalkan.
Dia memastikan pemerintah akan terus bekerja sekuat tenaga agar semua program strategis yang sudah direncanakan Prabowo bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat
"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik tetap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan yang bersifat jangka pendek," imbuh Bahtra.
Sebelumnya, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa PDI-P tidak akan masuk kabinet pemerintahan Prabowo.
Megawati mengatakan, partainya telah memutuskan pilihan untuk berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang, meski bukan berarti PDI-P menjadi oposisi pemerintah.
"Makanya saya katakan, 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk', saya datang benar, ngomong baik-baik, ‘saya tidak akan’, ditawari untuk masuk, 'saya tidak masuk ke kabinet pak, terima kasih banget," kata Megawati dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10 s.d. 17 Juli 1945, Senin (10/8/202), dikutip dari YouTube BPIP.
"Saya akan berada di luar sebagai penyeimbang', dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu! enak saja!'" kata Megawati melanjutkan.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.



