08-19
Spesifikasi KRI Ki Hajar Dewantara, Eks Kapal Perang yang Akan Dijual Prabowo
2026-08-19
HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajukan permohonan persetujuan DPR untuk menjual satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara milik TNI Angkatan Laut (AL).
Usulan tersebut disampaikan melalui surat presiden (surpres) yang dikirim kepada DPR, yang dibacakan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (18/8/2026).
"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," ujar Dasco, Selasa (18/8/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan bahwa DPR segera memproses surat dari Prabowo terkait permohonan penjualan kapal perang latih KRI Ki Hajar Dewantara tersebut.
Saan menyebutkan, Komisi I DPR telah ditugaskan untuk menindaklanjuti usulan penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara.
"Kapal, kapal. Itu sudah kita serahin Komisi I untuk ditindaklanjuti. Jadi nanti Komisi I yang menindaklanjutinya nanti terkait seperti apa teknisnya," ujar Saan.

iDoPress/NICHOLAS RYAN ADITYA Ilustrasi kapal perang.
Spesifikasi KRI Ki Hajar Dewantara
KRI Ki Hajar Dewantara merupakan kapal perang milik TNI AL yang memiliki fungsi ganda sebagai kapal latih dan sarana operasi militer.
Kapal ini dibangun di Split, Yugoslavia, oleh galangan kapal Uljanik Yugoslavia yang kini menjadi sebagai Brodosplit, Kroasia.
Indonesia memesan kapal tersebut pada 1978 dan pembangunannya rampung pada 11 Oktober 1980, sebelum kemudian diresmikan sebagai KRI Ki Hajar Dewantara (364) pada tahun yang sama.
KRI Ki Hajar Dewantara dirancang sebagai fregat ringan sekaligus kapal latih. Selain menjalankan fungsi operasional militer, kapal ini digunakan untuk mendukung pelatihan personel, khususnya dalam kemampuan navigasi dan operasi di laut.
Dari sisi ukuran, KRI Ki Hajar Dewantara memiliki panjang sekitar 115 meter dengan lebar 12,5 meter.
Bobot kapal mencapai sekitar 2.000 hingga 2.200 ton dalam kondisi penuh muatan, bergantung pada konfigurasi yang digunakan.
Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan hingga sekitar 28 knot. Kemampuan ini membuat KRI Ki Hajar Dewantara tergolong memiliki kecepatan tinggi untuk ukuran kapal perang di kelasnya.
KRI Ki Hajar Dewantara juga memiliki karakteristik desain Dewantara-class dengan struktur yang dirancang untuk memberikan stabilitas saat berlayar.
Saat masih aktif, kapal ini dilengkapi persenjataan berupa sistem meriam dan rudal antikapal yang dapat digunakan sebagai bagian dari simulasi operasi tempur.
Selain persenjataan, KRI Ki Hajar Dewantara dilengkapi perangkat navigasi dan radar terintegrasi.
Perangkat tersebut mendukung proses pelatihan kadet, termasuk dalam mendeteksi dan melacak sasaran.
Kapal ini juga dirancang untuk menjalankan pelayaran jarak jauh. Kemampuan tersebut memungkinkan KRI Ki Hajar Dewantara digunakan dalam misi pendidikan dan pelatihan navigasi lintas samudra.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



