08-19
Ikan Mengapung dan Bergerak Tak Normal di Cisadane, Ini Penjelasan DLH Tangerang
2026-08-21
HaiPress

TANGERANG, iDoPress — Fenomena sejumlah ikan yang bergerak tidak normal hingga mengapung di permukaan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (20/8/2026) siang, mendadak menyita perhatian masyarakat.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memastikan kualitas air Sungai Cisadane masih memenuhi baku mutu yang ditetapkan berdasarkan data pemantauan yang dimiliki.
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memantau langsung lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi air Sungai Cisadane masih sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
”PP tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan dan perlindungan mutu air. Dan, berdasarkan data ini kualitas air Sungai Cisadane masih memenuhi baku mutu PP 22 Tahun 2021, Lampiran 6," ujar Yudi, saat dikonfirmasi iDoPress, Jumat (21/8/2026).
Dipicu Faktor Cuaca dan Hidrologi
Terkait kondisi ikan yang terlihat seperti mabuk hingga mengapung di permukaan sungai, Yudi mengatakan, fenomena tersebut sementara diduga berkaitan dengan faktor hidrologi dan perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.
Menurut dia, Kota Tangerang sempat mengalami cuaca panas dalam beberapa waktu sebelum akhirnya diguyur hujan pada malam hari hingga Kamis siang.
"Sementara ikan-ikan yang mabuk karena kondisi hidrologi, cuaca yang semalam dan tadi ada hujan setelah panas lama," jelas Yudi.
Fenomena tersebut sempat menarik perhatian warga yang melintas dan berada di sekitar aliran Sungai Cisadane.
Pemkot Tangerang melalui DLH memastikan pemantauan terhadap kondisi sungai akan terus dilakukan untuk menjaga kualitas air sekaligus kelestarian ekosistem perairan.
Masyarakat Diimbau Tidak Berspekulasi
Yudi mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab fenomena ikan yang mengapung tersebut sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
”Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab fenomena tersebut. Informasi mengenai kondisi lingkungan perlu merujuk pada hasil pemantauan dan pemeriksaan dari instansi yang berwenang,” imbau Yudi.
Menurut dia, pengawasan berkala tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan secara mendadak di kawasan Sungai Cisadane.
”DLH Kota Tangerang juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Cisadane untuk memastikan kualitas air tetap terjaga. Pengawasan berkala penting dilakukan untuk mendeteksi perubahan kondisi lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem sungai,” lanjut Yudi.
Melalui pemantauan secara berkesinambungan, Pemkot Tangerang berkomitmen menjaga mutu lingkungan Sungai Cisadane sekaligus memberikan informasi yang faktual dan akurat kepada masyarakat.
Data hasil pemantauan lapangan nantinya menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan perubahan pada indikator lingkungan.
Sebelumnya, sejumlah ikan mendadak mengapung di permukaan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Kondisi tersebut menarik perhatian warga yang melintas dan berada di sekitar aliran sungai.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



