Sampah Menumpuk di Kali Babelan, Jalan Duta Harapan Bekasi Tergenang dan Licin

2026-06-23     HaiPress

BEKASI, iDoPress – Tumpukan sampah yang menyumbat aliran Kali SS Babelan diduga menjadi penyebab meluapnya air hingga menggenangi Jalan Duta Harapan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (23/6/2026).

Pantauan iDoPress di lokasi, genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 sentimeter menutupi sebagian badan jalan yang berada di samping aliran kali.

Kondisi tersebut membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga pengendara sepeda motor terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas.

Di sekitar lokasi juga tercium bau endapan lumpur yang cukup menyengat.

Sementara itu, tumpukan sampah berupa plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk di tepi kali.

Sesekali terlihat pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan cipratan air ke pengguna jalan lain.

Petugas kebersihan Kali SS Babelan dari PJT II Harapan, Husein (50), bukan nama sebenarnya, mengatakan genangan terjadi karena aliran air terhambat oleh sampah dan endapan lumpur yang menumpuk di saluran kali.

Menurut dia, berbagai jenis sampah yang dibuang ke kali kerap tersangkut di bawah jembatan hingga menghambat aliran air.

“Kadang ada stereofoam bekas AC dibuang sembarangan. Itu mengakibatkan pendangkalan lumpur dan macet di dalam jembatan ini,” ujar Husein saat ditemui iDoPress di lokasi, Selasa.

Husein menilai kebiasaan sebagian warga membuang sampah ke kali menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pendangkalan yang membuat air mudah meluap ke jalan.

“Warganya kagak tertib buang sampah. Akibatnya jadi pendangkalan lumpur. Kalau warganya tertib kagak kayak gini,” jelasnya.

Menurut Husein, petugas PJT II bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi sebenarnya rutin membersihkan sampah di aliran kali.

Namun, sampah terus bermunculan karena masih ada warga yang membuang limbah ke sungai.

“Kadang seminggu sekali dibersihin kalau emang numpuk banget,” katanya.

Ia berharap pengurus lingkungan setempat dapat membantu mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke kali.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.