Pramono Perintahkan Dinas SDA dan Bina Marga Segera Perbaiki Jalan Ambles di Pulogadung

2026-07-07     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga segera memperbaiki jalan ambles di Pulogadung, Jakarta Timur, yang belum ditangani meski kerusakan sudah terjadi lebih dari lima bulan.

“Kemarin saya sudah minta kepada (Dinas) SDA untuk segera menyelesaikan termasuk bekerja sama dengan Bina Marga,” kata Pramono saat ditemui di wilayah MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, jalan ambles tersebut berada di lokasi proyek yang sebelumnya dikerjakan Dinas SDA. Karena itu, ia telah menginstruksikan agar penanganan segera dilakukan.

“Kemudian memang amblas dan bronjongnya sudah kita minta untuk segera dilakukan,” lanjut dia.

Untuk diketahui, Jalan ambles tersebut berada di Jalan Cinta, Pulogadung, Jakarta Timur.

Kerusakan terjadi pada Maret 2026, sehari setelah Lebaran. Hingga kini, kondisi jalan belum diperbaiki dan permukaan tanah disebut terus mengalami penurunan secara perlahan.

Febryan Kevin Candra Kurniawan Jalan ambles di Pulogadung yang lima bulan belum diperbaiki dan kian parah, Senen (6/7/2026)

Ketua RT 11/RW 03 Pulogadung, Warjo Prianto, mengatakan warga sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah. Namun, perbaikan belum juga dilakukan.

Berulang kali Warjo menghadiri rapat yang membahas penanganan jalan ambles itu, mulai dari tingkat Pemerintah Kota Jakarta Timur hingga Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), namun masih tak ada hasil.

“Jadi masih oper-operan. Saya sendiri tidak tahu sebagai orang bawah. Cuma kami tetap mengharapkan kapan jalan ini diperbaiki agar segera bisa digunakan lagi," kata Warjo saat ditemui di sekitar lokasi jalan ambles, Senin (6/7/2026).

Menurut Warjo, jalan itu diduga ambles akibat aktivitas pengerukan Kali Sunter menggunakan alat berat.

Saat proyek berlangsung, ekskavator disebut beroperasi di atas badan jalan, bukan dari dalam aliran kali.

"Beko di jalan, enggak masuk ke dalam air. Kan itu berat, tapi di jalan akses warga," kata Warjo.

Ia mengatakan, pengurus lingkungan sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan pekerja agar tidak mengoperasikan alat berat di atas jalan tersebut sebelum akhirnya kerusakan terjadi.

Sementara itu, Lurah Pulogadung Ariyanto mengatakan penanganan permanen belum bisa dilakukan karena pemerintah masih menunggu rekomendasi teknis dari BBWSCC.

"Lalu, informasi terakhir yang saya terima dari pihak Suku Dinas SDA, mereka masih menunggu rekomendasi teknis dari BBWSCC untuk penanganan lebih lanjut," ujar Ariyanto.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.