07-13
Said Iqbal Akan Lapor Polisi Usai Sidak PT Moya Terkait 3 Pekerja Tewas di Gorong-Gorong
2026-07-13
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyatakan akan melaporkan pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya tiga pekerja proyek pipa air dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Iqbal seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Moya Indonesia terkait insiden itu.
"Kami akan buka LP, laporan polisi. Saya sudah berkoordinasi dengan pak Kapolri dan ini akan ada atensi pak Kapolri. Tentu saya minta kepada kapolres Jakarta Timur agar sungguh-sungguh, jangan main-main. Agar sungguh-sungguh," kata Said Iqbal usai melakukan sidak di PT Moya Indonesia, Senin (13/7/2026).
Menurut Said Iqbal, hingga saat ini belum ada pemanggilan secara serius terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.
"Sampai hari ini polisi enggak memanggil secara sungguh-sungguh. Mungkin dimintai keterangan sudah, tapi memanggil secara sungguh-sungguh belum ada. Kami akan minta pertanggungjawaban secara hukum," tutur Said Iqbal.
"Jadi kami akan lihat nanti, biar polisi yang menentukan siapa tersangka-tersangka. Saya hanya pesan pada mereka, jangan main backing-backing-an. Saya enggak takut sama backing siapa pun. Saya sudah laporkan sama presiden dan presiden punya atensi terhadap kasus ini," katanya.
Said Iqbal juga menyebut, hasil sidak menguatkan dugaan bahwa prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak diterapkan dalam pekerjaan di dalam gorong-gorong.
Menurut dia, hal tersebut juga diakui oleh pihak PT Moya Indonesia.
"Jadi bisa saja kekurangan oksigen dan juga ada gas-gas yang berbahaya bagi pekerja. Dan itu diakui, berarti kan kelalaian. Terkonfirmasi hari ini kelalaian yang mengakibatkan kehilangan nyawa," tutur Said Iqbal.
Sebelumnya, tiga pekerja pipa air ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).
Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan, ketiga korban ditemukan oleh warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Jadi ketika itu ada laporan dari masyarakat, sekitar jam 10.30, ditemukan tiga orang mayat di Jalan Raya Mabes Hankam depan shelter Transjakarta Pintu 3 Taman Mini," ucap Saut saat ditemui di lokasi, Kamis.
Saut menjelaskan, saat polisi tiba di lokasi, petugas Gulkarmat sudah melakukan proses evakuasi terhadap para korban.
Dari tiga korban tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China.
"Jadi pas kami datang, mayat pertama diangkat, ternyata itu ada orang asing warga negara China, Kemudian, mayat kedua kira-kira selang setengah jam diangkat, WNI. Setengah jam kemudian lagi diangkat, WNI," tutur Saut.
Menurut Saut, gorong-gorong tempat ketiga korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar tiga meter dan merupakan saluran pipa air bersih.
"Yang kami lihat itu ketika diangkat. Ketika diangkat ya, dengan menggunakan kaus, celana panjang, itu aja. Bahan yang lain atau alat perlengkapan safety mereka, saya enggak lihat," ujarnya.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang



